MENYUSUN CERITA INSPIRATIF
A. Pengertian teks inspiratif
Teks cerita inspirasi/inspiratif adalah teks berisi pengalaman atau kejadian yang benar-benar terjadi ataupun berupa cerita fiksi yang mampu menginspirasi, menggugah, dan memberikan semangat atau motivasi kepada pembacanya.
B. Ciri-Ciri Teks Inspirasi
1. Biasanya diangkat dari kisah nyata
2. Memiliki tema tertentu
3. Memiliki judul yang menarik
4. Memiliki alur yang menarik
5. Bersifat naratif
6. Terdapat tokoh yang diceritakan
C. Jenis-Jenis Teks Cerita Inspirasi
a.Jenis Teks Cerita Inspirasi berdasarkan Sifat Peristiwa
1. Jenis teks cerita inspirasi non fiksi (nyata)
2. Jenis teks cerita inspirasi fiksi (tidak nyata)
b. Jenis Teks Cerita Inspirasi berdasarkan Tokoh Peristiwa
•Jenis teks cerita inspirasi orang terkenal mengisahkan tokoh terkenal.
•Jenis teks cerita inspirasi sufi menceritakan tokoh-tokoh sufi atau ahli agama.
•Jenis teks cerita inspirasi binatang diwujudkan dalam bentuk cerita binatang atau fabel.
D. Struktur Teks Cerita Inspirasi
1. Abstraksi
2. Orientasi
3. Komplikasi
4. Resolusi
5. Koda
E. Kaidah Kebahasaan Teks Cerita Inspirasi
1. Menggunakan kalimat yang bermakna lampau. Kalimat ini biasanya ditandai dengan kata yang menyatakan bahwa kalimat tersebut sudah selesai.
Contoh: penggunaan kata telah, sudah, terbukti.
2. Menggunakan kata yang menyatakan urutan waktu atau biasa disebut dengan konjungsi kronologis. Contoh: lalu, kemudian, selanjutnya, setelahnya, sebelumnya.
3. Menggunakan kata kerja mental yaitu kata kerja yang menunjukkan respons atau sikap terhadap tindakan. Contoh: putus asa, menikmati, percaya, menolak, berpikir.
4. Menggunakan kata kerja yang menunjukkan kalimat tidak langsung sebagai cara menceritakan tuturan seorang tokoh yang dibawakan oleh penulis. Contoh: Riung Samudera menyatakan bahwa ia masih bingung dengan semua penjelasan kendit Galih tentang masalah itu.
5.Kebanyakan penulis berperan langsung sebagai orang pertama dan terlibat dalam cerita yang bersangkutan sehingga akan banyak menggunakan kata orang pertama dalam menyampaikan ceritanya. Contoh: aku, saya, dan kami.
6.Penulis hanya menjadi orang ketiga sehingga berperan sebagai pengamat. Oleh karena itu, teks akan banyak memuat kata ganti orang ketiga, seperti: dia dan mereka.
Comments
Post a Comment