Pengertian kata imbuhan
Kata imbuhan adalah bunyi yang ditambahkan pada sebuah kata dasar, baik di awal, di akhir, di tengah atau gabungan di antara ketiganya untuk membentuk kata baru, sehingga berhubungan dengan kata pertama.
Jenis kata imbuhan
1. Prefiks (awalan): Imbuhan yang ditambahkan di depan kata dasar.
Contoh:
- se- : sehat (dari kata dasar hat)
- ber- : berlari (dari kata dasar lari)
- ter- : terlambat (dari kata dasar lambat)
- di- : ditulis (dari kata dasar tulis)
- me- : membaca (dari kata dasar baca)
2. Sufiks (akhiran): Imbuhan yang ditambahkan di akhir kata dasar.
Contoh:
- lah : belajarlah (dari kata dasar belajar)
- an : permainan (dari kata dasar main)
- i : pergi (dari kata dasar pergi)
- kan : makan (dari kata dasar makan)
3. Infiks (sisipan): Imbuhan yang disisipkan di tengah kata dasar. Infiks jarang digunakan dalam bahasa Indonesia, tetapi beberapa contohnya adalah:
- um- : bumi (dari kata dasar bi atau bu)
- el- : tembel (dari kata dasar tembak)
4. Konfiks (gabungan awalan dan akhiran): Gabungan antara prefiks dan sufiks yang bekerja bersama-sama. Contoh:
- ke-an : kehilangan (dari kata dasar hilang)
- per-an : permainan (dari kata dasar main)
5. Kata ulang: Pengulangan kata yang bisa berfungsi untuk memberi makna tertentu, seperti repetisi atau intensitas. Meskipun bukan imbuhan dalam bentuk yang khas, kata ulang dapat memperkaya makna. Contoh:
- cepat-cepat (segera)
- rumah-rumah (banyak rumah)
Bentuk-bentuk imbuhan ini dapat mengubah kata dasar menjadi kata baru dengan makna yang berbeda, seperti perubahan kata benda menjadi kata kerja, atau sebaliknya.
Fungsi kata imbuhan
1. Membentuk Kata Benda
2. Membentuk Kata Sifat
3. Membentuk Kata Kerja
4. Membentuk Kata Keterangan
5. Membentuk Kata Bilangan
Comments
Post a Comment